Posted in Journey

ALLAH Knows What’s Best.. (part 3-end)

Setelah hampir 3 minggu berkutat dengan efek samping virus mumps – perut mual, sakit telinga, sakit kepala, nggak enak makan, nggak enak badan, pluuus nggak enak pikiran, alhamdulillaaah sehat juga….

Continue reading “ALLAH Knows What’s Best.. (part 3-end)”

Advertisements
Posted in Journey

ALLAH Knows What’s Best.. (part 1)

Sudah hampir 1,5 tahun sejak berikhtiar untuk punya anak lagi. Sejak itu, udah menyiapkan diri juga untuk kembali ‘menikmati’ masa morning sickness, masa ‘mengembangnya’ seluruh badan, masa enak makan dan susah tidur setelahnya karena kekenyangan, hingga masa ‘menikmati’ mules menjelang melahirkan… kemudian insyaAllah menimang bayi kecil, ngASI, MPASI, toilet training, and restarting all over again

Continue reading “ALLAH Knows What’s Best.. (part 1)”

Posted in Journey, Motherhood, Parenting

Tentang Membangun Kepercayaan Diri Anak

Malam itu..

Saya dan suami sholat Isya berjamaah. Alma malah mondar mandir keluar masuk kamar lalu duduk di atas kasur, duduk layaknya lagi menahan untuk buang air kecil – bergoncang goncang. Turun dari kasur, keluar kamar, masuk kamar lagi, lalu duduk lagi di atas kasur, begitu seterusnya – bolak balik.

Continue reading “Tentang Membangun Kepercayaan Diri Anak”

Posted in Journey

When the Plan Didn’t Go as Expected

Tanggal 16 lalu, my little sunshine was turning five.

Di tahun-tahun sebelumnya, tanggal ini kami lewati bertiga saja di perantauan. Berhubung disana Alma nggak punya banyak teman sebaya, biasanya kami bertiga keluar makan, beli mainan, atau sekedar main sepeda di taman kota. Malemnya, dilanjut pillow talk sama suami tentang how time does fly, reminiscing momen-momen mules sebelum dan saat Alma lahir, sampai sekarang sudah jadi gadis kecil – sambil ngeliatin Alma yang sudah lelap tidur. Paling banter, ditutup dengan saya bikin birthday note di blog – itupun kalau lagi ada ide, hehe.

Continue reading “When the Plan Didn’t Go as Expected”

Posted in In English, Journey, Motherhood

Tentang Kebahagiaan

image

About 30 to 50 percent of happiness is genetically determined;
about 10 to 20 percent reflects life circumstances (such as age, gender, health, marital status, income, occupation);
and the rest is very much influenced by the way we think and act.
(Gretchen Rubin in her book “Happier at Home”).

Anybody agrees with Gretchen Rubin’s research-based-thought? 😉

Bahagia itu relatif. Bentuk relativitas yang sangat tergantung pada standar tertentu yang dibuat setiap orang. Bisa sama dan mungkin banget berbeda.

Continue reading “Tentang Kebahagiaan”