Posted in In English, Journey, Motherhood

Tentang Kebahagiaan

image

About 30 to 50 percent of happiness is genetically determined;
about 10 to 20 percent reflects life circumstances (such as age, gender, health, marital status, income, occupation);
and the rest is very much influenced by the way we think and act.
(Gretchen Rubin in her book “Happier at Home”).

Anybody agrees with Gretchen Rubin’s research-based-thought? 😉

Bahagia itu relatif. Bentuk relativitas yang sangat tergantung pada standar tertentu yang dibuat setiap orang. Bisa sama dan mungkin banget berbeda.

Saat ini.. saya merasa sedang diuji betul soal ini.

Kaitan antara life circumstances yang saya jalani sekarang dengan kebahagiaan yang saya punya.

Dulu, waktu merantau dan punya profesi sebagai stay at home mom, hampir setiap hari saya mengeluh karena merasa suntuk jenuh dan seringkali nggak punya waktu untuk diri sendiri.

Sekarang, after coming back for good to my hometown, unexpectedly to be a working mom, ternyata keluhan masih juga menjangkiti hari saya. Not being able to be a mom yang selalu punya waktu untuk anter-jemput anak ke sekolah, nggak bisa masakin setiap hari karena sering ada di luar kota, dan kehilangan momen-momen berharga anak yang nggak bisa diulang #nangis darah.

😭

Teruuuusss.. pesan moralnya?

Bahagia itu sebenernya very closely related to rasa syukur.

It’s in me. Not in the circumstances. Saya harus lebih bisa mensyukuri keadaan yang saya jalani sekarang. #udah khatam sebenernya kalau teori sih, prakteknya itu yang susah 😀

  • Kembali belajar banyak tentang ilmu yang dulu saya pelajari di bangku kuliah.
  • Menjalani my long-lost-passion: being a researcher.
  • Punya peluang untuk berkontribusi dan memberi manfaat (secara tidak langsung) melalui penelitian.
  • Kembali punya kehidupan sosial dan bertemu banyak orang baru; juga membentuk jaringan baru.
  • Waktu bareng anak dan suami (seharusnya) jadi lebih berkualitas.

Keadaan yang dulu pun harus disyukuri.

  • Bisa full memenuhi hak ASI Alma selama 2 tahun.
  • Bisa jadi saksi langsung masa keemasan Alma sampai umur 3 tahun.
  • Kalau dulu bukan stay at home mom, blog ini nggak bakal ada.
  • Kalau dulu nggak merantau, nggak akan terpaksa buat bisa masak😆
  • Kalau dulu nggak merantau, mungkin rasa ikatan keluarga kecil kami nggak akan seperti sekarang.

Jadi intinya sih yaa… nggak ada lagi selain harus pinter bersyukur.

Nggak gampang down kalau lihat kehidupan orang lain yang ‘kayaknya’ lebih simpel, lebih ringan, lebih menyenangkan dan lebih hepi. Bukan nggak mungkin banyak orang sebetulnya sangat ingiiiiin ada di posisi kita saat ini.

BE GRATEFUL.

#self-reminder.

If the grass is always greener on the other side, would the other side think your grass is greener than their side?

😉

So it’s a matter of perception. It confirms the research; Happiness is more influenced by the way we think and act – lesser by life circumstances.

“The foolish man seeks happiness in the distance. The wise grows it under his feet”.

“Doing what you like is freedom. Liking what you do is happiness”.

“How often do you stop and think of how lucky you actually are?”

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

#trulyselfreminder

Advertisements

11 thoughts on “Tentang Kebahagiaan

  1. Kalau rumput tetangga lebih hijau, kita mesti menanami rumput sendiri dengan bunga-bunga :)). Iya, bersyukur itu saya pikir teorinya mah sudah khatam di kita semua, tapi prakteknya susah banget. Yah, mari mencoba sedikit demi sedikit sih :hehe. Terima kasih sudah berbagi, ini mengingatkan saya juga. Hitunglah apa yang kau punya, bukan apa yang kau tak punya.

    Liked by 1 person

    1. Suka bercocok tanam ya Gar? Kalau berhasil nanti boleh rumput di rumah saya sekalian ditanami bunga ya 😁😄 hehe..
      Count what we have, betul banget 😊 sering2 lihat ke bawah, lihat ke atas sekali2 aja buat motivasi 😄
      Thanks for dropping by! 😊

      Like

  2. Kalo udah merasakan keduanya, SAHM dan WM, kemudian menyimpulkan bahwa keluhan itu bisa ada di mana aja dan bahagia itu bisa kapan aja, saya pikir itu clear. Kita tahu gak ada yg salah, tinggal koreksi persepsi aja biar selalu bersyukur 🙂 thanks for sharing^^

    Liked by 1 person

    1. Hihi.. Keliatan banget ya dilema perempuan, khususnya emak2 😁 Bener banget Mba Nad, koreksi persepsi, plus tetep fokus sama apa yang kita punya dan harus kita jalani.. Setiap emak punya jalannya masing2, pe-er nya adalah tetap bersyukur supaya tetap hepi dan menjadi versi terbaik dari diri kita 😄
      Thanks for a well-defined round up of the post 😊

      Liked by 1 person

  3. Andinuuuuuun, i miss you gurl! and finallyyy…. there’s a sign of life from you 🙂 please write more posts! we have to catch up! sloppy kisses for baby gurl, Alma and hugs for Ayah Yusuf, Tante Nani and Farid yaa! (Note: one of my blessing is to know and have you around; after all this years and hopefully for more many years to come. really miss you :-* )

    Liked by 1 person

    1. Ahahahaha I am still around you know, you can reach me whenever you have your cell-phone on your hand, through whatsapp for example 😄 hihi..
      I’ve been kind of terrible at time management, but well at least this blog wasn’t completely abandoned 😁
      How are you, dear? Missing you heaps! Wonder what plans you have for this year-end holiday 😉 Don’t forget to stop by at Bandung if you have time 😊 We’ll be waiting 😄
      Note: I feel blessed as well to know one strong-character Virgo lady to whom I should never have to explain myself 😊 Thanks dear..😘

      Like

  4. Mbak, Mama ku jugak ibu bekerja loh. Eheheh.. Dinas ke luar kota, kadang pulang lembur juga :’

    Tapiiii beliau bisa ngatur waktu sehingga anaknya yang tengil inih ngga merasa diabaikan. Dan aku yakin Mbak jugak bisa.

    Semangat! 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s