Posted in Cooking

[Resep] Ketan Sarikaya

image

Ramadhan tahun 2014 kemarin, berasa banget lagi merantau-nya. Setiap hari harus putar otak menyusun menu buka puasa plus takjilnya.

Kalau yang udah expert sih nggak masalah mungkin ya, tapi saya kan ‘chef’ amatiran yang terjun ke dapur karena kekuatan ‘terpaksa bin kepepet’, hehe 😝

Tapi nggak apa-apa juga sih, lama-lama masak tuh jadi semacam hobi buat saya. Betah di dapur, betah coba resep sana sini, betah berantakin, tapi nggak betah beres-beresnya 😝 hihi..

Saat masuk pertengahan Ramadhan, udah bosan dengan menu takjil yang berkutat di sup buah, buah potong, jus buah (hihi.. bahannya itu-itu juga 😝 ).

Terus, inget sama satu menu makanan wajib bulan Ramadhan yang biasanya dibikin Ibu, Nenek saya – sang Master Chef dari Bukittinggi asli yang bahkan masih suka masak di usianya yang sudah menginjak hampir 84 tahun, ketan sarikaya. Yup, ada ketan dan ada sarikaya, dimakan bareng: satu gurih, satu lagi manis 🙂

Ini makanan khas Sumatera Barat. Konon, Ibu cerita, kalau anak gadis di Minang sana yang baru menikah, semacam ada aturan tidak tertulis bahwa si ‘istri baru’ ini harus mengirim semacam hantaran makanan ke mertua nya, setiap minggu setelah menikah 😅

Setiap minggu, jenis makanan yang dikirim itu beda-beda. Nah, ketan sarikaya ini menu hantaran di minggu pertama setelah menjadi istri. Mau nggak mau, bisa nggak bisa, harus bisa bikinnya! Hihi.. Ngeri-ngeri sedap ya 😜

Ada untungnya juga tapi kan, buktinya ini resep jadinya lestari sampai Nenek saya punya cicit, hehe..

Ok balik lagi ke bulan Ramadhan kemarin. Saya kayak orang ngidam tiba-tiba pengen ketan sarikaya bikinan Ibu buat takjil. Gimana cara coba?

Akhirnya nelepon Ibu di Bandung. Nanya gimana cara bikinnya. Eh ternyata nggak susah loh, seriuuus 😊

Ketan Sarikaya:

Bahan:

Untuk sarikaya

  • 200 mL santan kental (saya pakai Kara, sebanyak 200 mL diencerkan jadi 250 mL)
  • 1/4 sdt garam
  • 140 gram gula merah (3 1/2 bongkah kecil atau 1 bongkah besar), parut
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 3/4 sdt maizena
  • 3 butir telur ukuran sedang

Untuk ketan

  • 200 gram beras ketan
  • 50 mL sisa santan (hasil pengenceran sisa sarikaya), ditambah 65 mL santan kental (tanpa diencerkan)
  • Air
  • 1/2 sdt garam
  • Daun pandan (optional)

Cara membuat:

Sarikaya

  • Tuang santan hasil pengenceran sebanyak 150 mL ke dalam wadah besar (tempatkan 50 mL sisa santan di dalam gelas)
  • Tambahkan gula merah, gula putih, dan garam ke dalam wadah berisi santan, aduk sampai gula larut
  • Masukkan maizena ke dalam gelas yang telah berisi sedikit santan, aduk sampai maizena larut, tuang ke dalam campuran santan
  • Kocok telur di wadah terpisah (asal tercampur saja, tidak perlu terlalu lama)
  • Tuang kocokan telur ke wadah yang berisi santan, aduk rata
  • Panaskan kukusan sampai air di dalamnya mendidih
  • Siapkan wadah tahan panas dan saringan dengan pori yang kecil
  • Tuang adonan sarikaya ke dalam wadah tahan panas sambil disaring
  • Tutup wadah tahan panas dengan alumunium foil atau lapisi tutup kukusan dengan kain kering dan bersih
  • Masukkan wadah tahan panas berisi adonan sarikaya ke dalam kukusan yang telah panas/mendidih
  • Masak hingga sarikaya set/memadat dan matang, sekitar 45 menit – 1 jam

Ketan

  • Cuci bersih ketan
  • Rendam selama 1-2 jam
  • Panaskan kukusan sampai air di dalamnya mendidih
  • Tempatkan beras ketan yang sudah direndam di dalam kukusan, taburi garam secara merata, beri beberapa lembar daun pandan, masak selama 15-20 menit
  • Matikan api, siram beras ketan dalam kukusan dengan 50 mL santan hasil pengenceran, aduk rata
  • Nyalakan kembali kukusan, masak kembali selama 15 menit hingga beras ketan mengembang (hampir matang)
  • Matikan api, siram dengan 65 mL santan kental (tanpa diencerkan), aduk rata
  • Nyalakan kembali api, masak kembali 15-20 menit hingga ketan matang
  • Sajikan ketan dengan sarikaya

Gampang kan? 😊
image

Pertama kali bikin, sarikayanya bau amis telur dan ketannya serupa bubur karena kebanyakan air 😝 hihi..

Tapi, belajar dari pengalaman, percobaan berikutnya sukses! Sarikaya nya permukaannya smooth dan no bau amis. Sementara ketannya gurih dan teksturnya pas.. Horeeeee! 😄

Setelah percobaan awal gagal, saya konsultasi sama yang punya resep. Ibu bilang, mungkin santannya kurang kental jadi masih tercium bau amis di sarikaya. Kalau soal ketannya, setelah coba metode ‘aron’ kayak masak nasi biasa dengan jumlah air yang lebih sedikit, hasilnya masih terlalu lembek serupa bubur. Akhirnya, Mama menemukan metode yang bisa menghasilkan tekstur dan kematangan yang paling pas buat ketannya – seperti yang saya sudah jelaskan di atas.

Kelihatan lah yaa, mana yang Master Chef, mana yang amatir, hihi 😁

Tapi walaupun gitu, saya satu-satunya cucu Ibu yang bisa bikin menu ini lho.. Yay! Kudos to me! 😁

Bahkan, anak-anaknya Ibu aja belum pernah ada yang bikin menu ini.. 😅 Saya yakin bukan karena nggak bisa sih, cuma nggak pernah pada pede bikinnya karena selalu mikir bikinan Ibu paling enak.

Nggak salah memang… Tapi yaaa kalau mikir gitu terus, ilmunya nggak nurun dong, bener nggak? 😉 hihi.. #gitudoangbangga 😝 boleh lah yaa sekali-kali 😊

Besok-besoknya, saya malah dapet ‘order’ from the Master Chef herself, dari Ibu 😅 hihi.. Bikin 4 resep sarikaya buat acara pengajian. Such an honour bisa dipercaya sama Ibu 😉

Ok deh cukup… kayaknya ini resep udah berubah jadi semacam curhat keluarga 😁 hehe..

Selamat mencoba buat yang baca, sharing disini yaah kalau berhasil 😊

Advertisements

3 thoughts on “[Resep] Ketan Sarikaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s